[spm.unpad.ac.id] Universitas Padjadjaran terus memperkuat kesiapan institusi dalam menghadapi proses Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) yang direncanakan diajukan pada tahun 2028. Upaya tersebut dibahas dalam kegiatan koordinasi dan pemetaan kesiapan akreditasi yang dilaksanakan pada 8 Mei 2026 di Ruang Rapat Serba Guna lantai 3, Gedung 1, Jalan Dipati Ukur Nomor 35, Bandung, yang melibatkan berbagai unit pengelola terkait.
Dalam kegiatan tersebut dibahas berbagai aspek penilaian akreditasi, penguatan budaya mutu, kesiapan dokumen pendukung, serta pengelolaan data institusi. Proses pengajuan akreditasi melalui sistem SAPTO 2.0 yang terintegrasi dengan data PDDIKTI juga menjadi perhatian guna mendukung pengisian instrumen akreditasi.
Kepala Satuan Penjaminan Mutu Unpad, Euis Tintin Yuningsih, menyampaikan bahwa dalam rangka mendukung kesiapan tersebut, data dan parameter penilaian telah dipetakan berdasarkan indikator kinerja dan unit pengelola masing-masing. Template Laporan Evaluasi Diri (LED), Laporan Kinerja Perguruan Tinggi (LKPT), serta dokumen pendukung lainnya juga telah dipersiapkan untuk memudahkan proses pengumpulan dan pengelolaan data.
“Kita sudah petakan. Dari total 65 parameter yang dinilai, data telah dibagi sesuai dengan IKK dan unit pengelolanya masing-masing. Setiap parameter telah dipetakan terkait sumber dan lokasi datanya, termasuk data periode TS-4 hingga TS,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, evaluasi progres persiapan akreditasi akan dilaksanakan secara berkala setiap dua bulan sekali dan akan dilakukan lebih intensif menjelang waktu pengajuan. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad, Zahrotur Rusyda Hinduan, para kepala satuan, para direktur, serta para sekretaris di lingkungan Universitas Padjadjaran.(art)*
Laporan oleh: Nafila Nariswari

