
(spm.unpad.ac.id) Satuan Penjaminan Mutu (SPM) Universitas Padjadjaran melaksanakan kegiatan Progres Penyusunan Manual Standar serta Persiapan Monitoring dan Evaluasi Penjaminan Mutu di Lingkungan Universitas Padjadjaran, tanggal 17 dan 20 November 2023, bertempat di Unpad Training Center Hotel, Jl. Ir. H. Djuanda No. 4 Bandung.
Kegiatan ini dilakukan bersama Unit Penjaminan Mutu (UPM) Unpad, dan dilaksanakan selama 2 (dua) hari dengan topik pembahasan tentang Pelaksanaan Monev OBE, RPS, Hybrid Learning dan MBKM 2023; Diskusi Kelompok Finalisasi Manual Standar Penjaminan Mutu Unpad serta Presentasi setiap Kelompok Manual Standar Pendidikan, Penelitian, PKM, dan Khas Unpad.
Hadir dalam pertemuan tersebut Kepala SPM Prof. Dr. H. Engkus Kuswarno, M.S, Wakil Kepala SPM Prof. Euis Tintin Yuningsih, S.T., M.T., Ph.D, para Ketua UPM di Lingkungan Unpad dan Tim SPM Unpad.
Dalam pembukaannya Wakil Kepala SPM Prof. Euis Tintin Yuningsih, S.T., M.T., Ph.D mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan penyusunan standar sebelumnya, yaitu penyusunan manual mutu dan persiapan monitoring dan evaluasi. Ada 5 monev yang perlu segera dilaksanakan di tahun ini yaitu OBE, RPS, Hybrid Learning, MBKM, S3 By Research & Enrichment Program.
“Monev 2023 masih menggunakan formulir lama yang sudah diupdate, diharapkan akhir bulan November ini hasil monev sudah selesai. Template dan isian di google form juga sudah disiapkan. Sementara itu aplikasi AMIED akan diaktifkan kembali di tahun 2024,” tutur Prof. Euis.
Sementara itu Kepala SPM Prof. Dr. H. Engkus Kuswarno, M.S memberikan arahan tentang rincian aktivitas penjaminan mutu yang harus dilaksanakan, kita harus memiliki Big Data dan standar yang mudah dilihat oleh siapapun seperti standar kompetensi dan lainnya, sehingga para lulusan kita kelak ada lembaga yang bisa menjaminnya.
Yang menjadi perhatian saat ini adalah progres akreditasi internasional, target akreditasi internasional pada tahun 2023 berdasarkan Renstra Unpad 2020-2024 adalah 40 prodi ditahun 2023 dan 45 prodi ditahun 2024, sementara tahun ini baru mencapai 36 prodi, masih kurang 4 prodi lagi, dengan harapan mudah-mudahan dalam waktu dekat segera keluar 7 prodi dari Fakultas Ilmu Komunikasi melalui lembaga akreditasi internasional AQAS. Bagi prodi yang sedang progres akreditasi internasional diharapkan juga bisa segera submit di tahun ini dan mendapatkan hasilnya ditahun 2024.
Dalam kesempatan itu dibahas pula mengenai isian AMIED yang akan segera diaktifkan kembali, fungsi Gugus Kendali Mutu (GKM) dan program double degree dalam negeri.
“Semoga kegiatan ini menjadi langkah progres yang harus dipertanggung jawabkan kepada pimpinan,” pungkas Prof. Engkus.*
Laporan: Wati Sukmawati
