“Situ Unpad” untuk Budaya Mutu yang Semakin Baik

[spm.unpad.ac.id] Untuk meningkatkan budaya mutu di Universitas Padjadjaran, Satuan Penjaminan Mutu (SPM) Unpad mengembangkan aplikasi digital bernama “Sistem Informasi Penjaminan Mutu (Situ) Unpad”. Situ Unpad merupakan aplikasi digital berbasis website untuk pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di Unpad.

Suasana acara Sosialisasi Sistem Digital Penjaminan Mutu Internal Universitas Padjadjaran “Situ Unpad” yang diselenggarakan di Bale Sawala Unpad, Rabu (19/2/2025).* (Foto: Wati Sukmawati)

Aplikasi digital ini terwujud atas kerja sama  SPM Unpad dengan Direktorat Perencanaan, Sistem Informasi dan Transformasi Digital Unpad.

Kepala Satuan Penjaminan Mutu Unpad Prof. Ir. Euis Tintin Yuningsih, S.T., M.T., PhD., IPU. mengatakan bahwa Unpad telah menerapkan kegiatan penjaminan mutu sesuai dengan Permendikbudristek No. 53 tahun 2023, meliputi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME).

Dalam pelaksanaanya, Unpad juga menerapkan Peraturan BANPT No. 13 Tahun 2023 tentang Sistem Akreditasi Nasional Pendidikan Tinggi, dengan beberapa kriteria: yaitu budaya mutu, relevansi-tridharma, akuntabilitas, diferensiasi misi, dan khas Unpad.

“Unpad juga punya standar-standar khas Unpad,” kata Prof. Euis.

Pelaksanaan SPMI yang terdiri dari siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, Peningkatan) pun diharapkan dapat terlaksana lebih mudah dan lebih cepat dalam sistem digital Situ Unpad.

“Sistem informasi ini untuk mempermudah mekanisme pelaksanaan PPEPP, agar mekanisme tersebut berjalan lebih mudah dan tidak ada keterlambatan, juga lebih akurat,” kata Kepala Satuan Penjaminan Mutu periode sebelumnya yang juga penggagas Situ Unpad Prof. Dr. Engkus Kuswarno, M.S.

Ada pun sasaran kegiatan monitoring yang dilakukan dalam penjaminan mutu ini adalah Audit Mutu Internal (AMI) yang rutin dilakukan Unpad satu tahun sekali, serta Monitoring dan Evaluasi (Monev) pendidikan yang rutin dilaksanakan satu semester sekali.

Melalui Situ Unpad, para auditee akan diminta untuk mengisi sejumlah pertanyaan berdasarkan parameter yang sudah ditetapkan. Parameter yang telah ditetapkan ini bertujuan untuk mengukur sudah sejauh mana posisi auditee patuh pada budaya mutu.

Auditee disini meliputi pimpinan program studi, Unit Pengelola Program Studi (UPPS), dan Direktorat. Selanjutnya, auditor akan memeriksa data tersebut, dan meminta auditee memperbaiki jika ada hal yang harus diperbaiki.

“Parameter ini juga memastikan budaya mutu agar tetap berjalan. Nah itu akan sangat didorong oleh sistem ini,” imbuh Staf Khusus Rektor Bidang Sinkronisasi Regulasi ini.

Pelaksanaan SPMI melalui sistem ini pun akan berjalan secara kontinyu. Dengan demikian, evaluasi akan terus dilakukan hingga pencapaian standar akan terus ditingkatkan.

“Dalam PPEPP tentu harus ada peningkatan dan perbaikan terus menerus. Jadi artinya semakin lama budaya mutunya semakin bagus dan semakin baik,” kata Prof. Engkus.

Mempermudah Sistem SPME

Prof. Engkus mengatakan, dengan hadirnya sistem ini, pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) pun akan lebih mudah. Proses akreditasi, baik nasional maupun internasional akan lebih baik jika data SPMI sudah lebih kuat.

Diharapkan Prof. Engkus, sistem ini dapat terus mendorong peningkatan standar pendidikan di Unpad, melampaui standar yang ditetapkan dalam Undang-undang Nomor 12 Tahun 2012. Sistem ini memudahkan pemantauan secara otomatis, skelaigus memberi peringatan jika ada hal yang harus diperbaiki.

“Jadi standar Unpad harus melampaui standar nasional,” kata Prof. Engkus.

Arti nama Situ

Dijelaskan Prof. Engkus, dalam bahasa Sunda, kata “situ” adalah danau, telaga, atau kolam besar. Sebuah “situ” melambangkan habitat dari adanya kehidupan. Kehidupan di “situ” perlu dirawat dan dijaga keseimbangannya secara kontinyu agar terus memberikan manfaat.

“Situ mengajarkan kita untuk menjaga ekosistem dan memastikan bahwa sumber daya alam dapat digunakan secara berkelanjutan, memberikan manfaat bagi generasi mendatang,” kata Prof. Engkus.

Nama “Situ Unpad” pun digunakan untuk sistem digital yang dikembangkan SPM Unpad. Situ yang juga singkatan dari Sistem Informasi Penjaminan Mutu ini diharapkan dapat menjadi sumber kehidupan yang berkelanjutan dan membawa manfaat.

“Filosofi Situ memiliki kesamaan dengan prinsip dalam pendidikan tinggi, khususnya dalam menciptakan budaya mutu yang berkelanjutan dalam dunia pendidikan,” kata Prof. Engkus.

Lebih lanjut ia berharap, Situ Unpad dapat membawa Unpad menciptakan budaya mutu yang lebih tertib. Kondisi mutu Unpad pun dapat dilihat kapan saja terutama oleh pimpinan eksekutif Unpad.

“Harapannya tentu saja mempermudah pelaksanaan SPMI dari mulai pengisian, evaluasi, sampai kepada auditnya. Yang kedua, jangan sampai ada redundant atau pertanyaan yang terus berulang. Yang ketiga, tentu saja diharapkan ada kecepatan informasi yang bisa kita peroleh. Ujungnya adalah semangat kita untuk bisa menciptakan budaya mutu sesuai dengan amanat Undang-undang,” harap Prof. Engkus.*

Laporan oleh Artanti Hendriyana

Share your love
Artanti Hendriyana

Artanti Hendriyana

Articles: 858