Workshop Perumusan dan Penyusunan Standar Mutu Universitas Padjadjaran

[Unpad.ac.id, 30/08/2016] Satuan Penjaminan Mutu (SPM) Universitas Padjadjaran menggelar Workshop Perumusan dan Penyusunan Standar Mutu Internal Unpad di Ballroom 1 Mason Pine, Kota Baru Parahyangan, Jl. Raya Parahyangan KM 18, Kab. Bandung Barat, yang berlangsung pada 30-31 Agustus 2016.

masonKepala Satuan Penjaminan Mutu (SPM) Unpad, Dr. Hj. Rd. Funny Mustikasari Elita, M.Si., saat menyampaikan materi pada Workshop Perumusan dan Penyusunan Standar Mutu Internal Unpad di Mason Pine, Kab. Bandung Barat, Selasa (30/08). (Foto oleh: Wati Sukmawati)*

Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka perumusan dan penyusunan pedoman mengenai Standar Penjaminan Mutu Internal Unpad ini dibuka oleh Kepala Satuan Penjaminan Mutu (SPM) Unpad, Dr. Hj. Rd. Funny Mustikasari Elita, M.Si., didampingi sejumlah Ketua Unit Penjaminan Mutu Fakultas, para Tim Penyusun Standar Mutu di Lingkungan Unpad, serta dihadiri pula oleh Staf Ahli Biro Bidang Penjaminan Mutu, Kabag dan para Kasubbag di lingkungan SPM.

Dalam sambutannya, Dr. Funny mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk menyusun perumusan kebijakan dan sasaran mutu terkait dengan masa transisi Universitas Padjadjaran yang mengalami perubahan sebagai PTN Badan Hukum sehingga perlu diterjemahkan dalam kebijakan dan sasaran mutu yang relevan yang akan menjadi dasar atau payung bagi penyusunan standar, turunan, dan formulir SPMI-PT dalam memberikan pelayanan pendidikan tinggi kepada masyarakat sehingga terwujud budaya mutu di lingkungan Unpad.

Dr. Funny memaparkan materinya mengenai Standar Penjaminan Mutu Internal di Unpad. Proses pencapaian mutu akan terus berlangsung karena tantangan tidak pernah berhenti (statis) bahkan target mutu akan selalu bergerak sebagai. Pengembangan ilmu pengetahuan tidak pernah berhenti (open ended problem), sedangkan misi perguruan tinggi adalah pengembang pengetahuan (knowledge developer),” ujarnya.

Lebih lanjut Dr. Funny mengatakan, pernyataan sebuah standar yang ideal harus memenuhi unsur A (Audience), B (Behaviour), C (Competence), dan D (Degree). Unsur ABCD ini dalam banyak hal amat mirip dengan apa yang disebut Key Performance Indicators (KPIs). Lazimnya, KPIs merupakan satu paket kesatuan yang terdiri atas: Indicators (tentang apa yang akan diukur/dicapai), Measures (tentang bagaimana cara mengukur/mencapainya), dan Targets (tentang apa hasil yang kita inginkan).

Selanjutnya para peserta dibagi ke dalam 14 Kelompok untuk merumus dan menyusun 14 standar yang kemudian dipresentasikan terdiri dari: standar pembelajaran, standar sistem penjaminan mutu, standar sistem informasi, standar suasana akademik, standar sarana dan prasarana, standar tata pamong, standar visi, misi dan tujuan, standar kemahasiswaan, standar keuangan, standar kerjasama, standar penelitian, standar pengelolaan usaha, standar PKM, dan standar kesejahteraan.

Kegiatan ini juga digelar untuk terus memberikan kontribusi kepada peningkatan reputasi Unpad, Funny pun menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh tim penjaminan mutu yang telah berkomitmen dalam menjalankan sistem manajemen mutu dikarenakan untuk menjamin mutu pendidikan tidak semudah yang dibayangkan dan membutuhkan komitmen agar dapat berkelanjutan, pungkasnya.