Tujuh Asesor BAN PT Lakukan Asesmen Lapangan ke Unpad

Universitas Padjadjaran mulai dilakukan asesmen lapangan oleh tim asesor Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT), Selasa (5/12). Sebanyak 7 asesor melakukan verifikasi dan validasi langsung dari borang yang telah diajukan Unpad sejak Juli 2018 lalu.

Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Tri Hanggono Achmad memberikan sambutan dan presentasi capaian Unpad di hadapan asesor kreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) dalam acara pembukaan pertemuan tim asesor dengan pimpinan, sivitas akademika, dan tenaga kependidikan di Bale Sawala Gedung Rektorat Unpad, jatinangor, Selasa (5/12). (Foto: Tedi Yusup)

“Selamat datang para sejawat asesor yang berkenan hadir ke kampus (Unpad) Jatinangor, Sumedang,” sambut Rektor Unpad Prof. Tri Hanggono Achmad dalam acara pembukaan pertemuan tim asesor dengan pimpinan, sivitas akademika, dan tenaga kependidikan di Bale Sawala Gedung Rektorat Unpad, jatinangor, Selasa (5/12).

Rektor mengatakan, akreditasi merupakan satu bagian dari upaya membangun tata kelola Unpad. Proses ini diharapkan dapat meningkatkan mutu Unpad secara berkelanjutan.

Di hadapan para asesor, Rektor mengharapkan berbagai masukan terkait Unpad. Masukan ini bisa saja merupakan hal yang luput dilakukan dalam penguatan tata kelola Unpad selama ini. “Untuk itu, kami sangat berharap kepada Prof. Ferdinand dan teman-teman (asesor), jangan ragu untuk menyampaikan hal yang bisa mendorong perbaikan ke depan,” jelasnya.

Adapun tujuh asesor BAN PT yang melakukan asesmen ke Unpad yaitu: Prof. Augusty Tae Ferdinand, Ph.D., dari Universitas Diponegoro, Prof. Dr. rer.nat. A.M. Imran, Ir., dari Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ali Ibrahim Hasyim, M.S dari Universitas Lampung, dan Prof. Dr. Indri Safitri Mukono, dr., dari Universitas Airlangga

Selanjutnya, Prof. Dr. Taslim Ersam, M.S., dari Institut Teknologi Sepuluh November, Prof. Dr. Yuliandri, S.H., M.H., dari Universitas Andalas, dan Prof. Dr. Baso Jabu, M.Hum., dari Universitas Negeri Makassar.

Ketujuh tim asesor ini mewakili rumpun keilmuan di Unpad. Prof. Ferdinand membawahi bidang keilmuan ekonomi dan bisnis, Prof. Imran untuk bidang teknik geologi, Prof. Ali Ibrahim untuk bidang pertanian, Prof. Indri untuk bidang kedokteran, Prof. Yuliandri untuk bidang hukum, serta Prof. Baso untuk bidang humaniora.

Saat memberikan sambutan Prof. Ferdinand mengapresiasi dokumen borang yang sudah diajukan Unpad. Ia menilai, borang Unpad sangat detail. Berbagai informasi sudah dijelaskan selengkap mungkin.

“Ini sangat memudahkan kami, asesor. Kami senang bisa datang ke Unpad,” kata Prof. Ferdinand.

Ia menjelaskan, proses visitasi ini akan lebih banyak melakukan diskusi. Pihaknya akan melakukan konfirmasi dari beberapa hal yang dikira perlu untuk mendapat penjelasan lebih dalam. “Kita belajar bersama dari Unpad mengenai bagaimana kita mengelola perguruan tinggi dengan baik untuk bangsa dan generasi muda,” kata Prof. Ferdinand.

Dalam acara pembukaan tersebut, Rektor berkesempatan menyampaikan berbagai capaian Unpad dari 2014 hingga 2018 serta arah pengembangan Unpad sebagai PTN Badan Hukum ke depannya.

Selanjutnya, proses AIPT dilanjutkan dengan pertemuan asesor dengan tim penyusun borang dan pimpinan Unpad. Pertemuan dilakukan di ruang Command Center dan Executive Lounge Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor.

Selepas siang, asesor akan melakukan wawancara dengan perwakilan mahasiswa, alumni dan pengguna, dosen, dan tenaga kependidikan. Visitasi diakhiri dengan peninjauan berbagai fasilitas akademik yang dimiliki Unpad di kampus Jatinangor.*

Laporan oleh Arief Maulana