SPM Unpad Gelar Workshop Perumusan dan Penyusunan Standar Mutu

Jatinangor (16-6-2016) Satuan Penjaminan Mutu (SPM) Universitas Padjadjaran menggelar Workshop Perumusan dan Penyusunan Standar Mutu Unpad di Bale Rucita Gedung Rektorat Unpad kampus Jatinangor, Kamis (16/06) hingga Jumat besok (17/06). Acara yang diikuti oleh sejumlah Ketua Unit Penjaminan Mutu Fakultas dan para tim penyusun standar mutu di lingkungan Unpad ini digelar dalam rangka perumusan dan penyusunan pedoman mengenai standar mutu Unpad.

Suasana Workshop Perumusan dan Penyusunan Standar Mutu Unpad di Bale Rucita Gedung Rektorat Unpad kampus Jatinangor, Kamis (16/06). Workshop berlangsung selama 2 hari hingga Jumat (17/06) besok. (Foto oleh: Tedi Yusup)*

Suasana Workshop Perumusan dan Penyusunan Standar Mutu Unpad di Bale Rucita Gedung Rektorat Unpad kampus Jatinangor, Kamis (16/06). Workshop berlangsung selama 2 hari hingga Jumat (17/06) besok. (Foto oleh: Tedi Yusup)*

“Jadi kebijakan-kebijakan yang akan kita buat hari ini adalah untuk memayungi semua aktivitas yang ada di perguruan tinggi kita. Supaya aman, jadi aspirasi atau keinginan apapun itu kita harus lindungi dari dasar hukumnya,” tutur Kepala SPM Unpad Dr. Hj. Rd. Funny Mustikasari Elita, M.Si.

Lebih lanjut Dr. Funny mengatakan, kegiatan ini juga digelar untuk terus memberikan kontribusi kepada peningkatan reputasi Unpad. “Reputasi Unpad selama ini bisa dipertahankan dan kalau bisa dapat kita tingkatkan,” harapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Funny memaparkan materinya mengenai Standar Penjaminan Mutu Internal di Unpad. Ia menjelaskan, bahwa penjaminan mutu terhadap program dan kegiatan dilakukan secara menyeluruh pada tahapan input, process, output, outcome, benefit, dan impact.

Selain Dr. Funny, turut hadir Wakil Kepala SPM Unpad, Dr. Yuyun Hidayat, MS yang memaparkan mengenai Tridharma Perguruan Tinggi. Menurutnya, didalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi perlu mengintegrasikan kegiatan peneilitian dan pendidikan dalam satu tujuan.

“Riset yang benar akan meningkatkan mutu kegiatan pendidikan dan layanan kepada masyarakat. Kalau kita tidak mau disebut sebagai ‘menara gading’ maka kita harus lakukan penelitian yang bersumber dari kegiatan pendidikan kita,” kata Dr. Yuyun.

Selanjutnya, pemaparan materi juga dilakukan dari para pembicara mengenai standar pembelajaran, standar penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, standar SPM, Tata Pamong dan VMTS, standar kemahasiswaan dan suasana akademik, standar sistem informasi, sarana dan prasarana, standar keuangan dan kesejahteraan, serta standar kerja sama dan pengelola usaha.*