Pelatihan Penyusunan Borang

23 Juni 2016

SPM Unpad Gelar Pelatihan Penyusunan Borang Akreditasi Program Studi

[Unpad.ac.id, 23/06/2016] Penyusunan borang akreditasi harus mencakup satu kesatuan sistem penyelenggaran program studi berdasarkan tujuh standar Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi yang telah ditetapkan BAN PT. Ketujuh standar tersebut yaitu visi misi dan strategi, ketatapamongan, kemahasiswaan, SDM, kurikulum dan pembelajaran, pembiayaan dan sarana prasarana, serta penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

(Foto oleh: Dadan T.)

Kepala SPM Unpad Dr. Hj. Rd. Funny Mustikasari Elita, M.Si, saat memaparkan materi di Pelatihan Penyusunan Borang Akreditasi Program Studi di lingkungan Unpad di Ruang Oemi Abdurachman Kampus Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad, Kamis (23/06). (Foto oleh: Dadan T.)*

Demikian disampaikan Kepala Satuan Penjaminan Mutu (SPM) Unpad Dr. Hj. Rd. Funny Mustikasari Elita, M.Si, dalam acara Pelatihan Penyusunan Borang Akreditasi Program Studi di lingkungan Unpad, yang digelar di Ruang Oemi Abdurachman Kampus Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad, Kamis (23/06). Pelatihan yang digelar hingga Jumat (24/06) mendatang ini diikuti oleh Ketua Unit Penjaminan Mutu serta Kepala Program Studi di lingkungan Unpad.

Dr. Funny menjelaskan, akreditasi sesungguhnya merupakan penilaian atas satu kesatuan manajemen, sedangkan ruang lingkup prodi terfokus pada aspek pembelajaran dan kurikulum. Dalam borang akreditasi tidak hanya membahas dua aspek tersebut, akan tetapi juga mencakup standar lain yang tidak secara langsung diurus oleh program studi.

“Asesor menilai bukan hanya apa yang dituliskan dalam borang, tetapi situasi dan kondisi yang ada di fakultas maupun universitas. Maka akreditasi prodi tidak lagi berbicara secara sektoral, tetapi juga melibatkan institusi secara keseluruhan,” papar Dr. Funny.

Lebih lanjut Dr. Funny mengatakan, satu standar memiliki keterkaitan dengan standar lainnya. Sebagai contoh, asesor akan menilai apakah ada keterkaitan antara visi misi program studi dengan proses pembelajaran dan kurikulum yang dijalankannya.

“Misalkan jika visi misi kita internasional, nanti akan dicek apakah programnya internasional tidak, kalau programnya sebatas pembelajaran di kelas dan Tridharma, ini kan tidak realistis,” ujar Dosen Manajemen Komunikasi Fikom Unpad tersebut.

Karena borang merupakan hasil dari pengolahan, maka yang disajikan dalam borang haruslah baik dan unggul. Dr. Funny mengungkapkan, berbagai kekurangan yang ditemukan selama proses pengolahan menjadi acuan untuk disempurnakan oleh prodi di tahun-tahun berikutnya.

Adapun prinsip penyusunan borang sesungguhnya menceritakan kondisi prodi di masa lalu, masa kini, hingga masa depan. “Jangan bercerita faktual tahun ini dan kemarin saja, tetapi ke depan prodi mau apa,” imbuh Dr. Funny.

Dr. Funny mengatakan, tahun depan akan ada perubahan standar akreditasi dari semula tujuh kriteria menjadi sembilan kriteria. Untuk itu, pihaknya mendorong bagi prodi yang akan habis masa akreditasinya pada 2016 dan 2017 untuk segera menyusun borangnya. Untuk borang prodi yang habis masa akreditasi pada 2016 diharapkan dapat masuk sebelum Oktober. Sementara untuk prodi yang habis masa akreditasi pada 2017, borang harus masuk sebelum Desember.

Pelatihan ini membahas mengenai teknis tujuh standar serta mekanisme penyusunan Borang 3A dan 3B Evaluasi Diri. Diharapkan, setiap prodi memiliki template penyusunan borang untuk menyiapkan penyusunan borang akreditasi berikutnya.*